Aceh Timur – Anggota MPR RI, Tgk Ahmada, mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan kepedulian sosial pascabanjir bandang di Aceh Timur melalui Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Kegiatan itu digelar bersama Komunitas Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) di Gampong Leubgeu, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (16/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti anggota Komunitas RAPI, santri Pondok Pesantren Dayah Istiqamatudin Darul Mubarokah, serta tokoh agama dan masyarakat. Hadir pula Imam Besar Masjid Sungo Raya, Tgk Marzuki, dan Pimpinan Dayah, Tgk Mubarak, yang memberikan tausiah keagamaan dan wawasan kebangsaan.

Dalam pemaparannya, Tgk Ahmada mengatakan semangat gotong royong dan saling membantu harus terus diperkuat, terutama setelah bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Timur.
“Musibah banjir bandang menjadi pengingat bahwa persatuan harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Empati, saling menolong, dan gotong royong merupakan nilai yang harus terus kita pelihara sebagai kekuatan bangsa untuk mewujudkan pembangunan yang adil dan merata,” kata Tgk Ahmada.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan implementasi langsung dari Empat Pilar Kebangsaan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tgk Ahmada menjelaskan, Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Sementara Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjadi konstitusi yang menjamin hak dan kewajiban warga negara serta mengatur penyelenggaraan pemerintahan.
Ia juga menegaskan pentingnya memahami semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai perekat bangsa di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa. Sedangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan bentuk negara yang harus dijaga bersama demi keutuhan bangsa dan kedaulatan Indonesia.
“Pengamalan Empat Pilar Kebangsaan tidak cukup dipahami secara teori, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap toleransi, menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, serta memperkuat budaya gotong royong,” tandasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi dialog antara narasumber dan peserta. Melalui sosialisasi tersebut, diharapkan masyarakat, khususnya anggota RAPI dan para santri, semakin memahami pentingnya menjaga persatuan serta memperkuat solidaritas sosial sebagai modal utama membangun Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.
